Kapankah Wanita Paling Bergairah Untuk berhubungan Intim?

Kalau ditanya kapankah waktu yang tepat bagi pria untuk bercinta, mungkin jawabannya bisa setiap saat. Tapi kalau ditanya kapankah waktu yang tepat bagi wanita untuk bercinta, mungkin jawabannya lebih sulit. Sebenarnya ada saat di mana wanita dapat merasakan seks paling hebat.

Sebuah penelitian baru-baru ini yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine menunjukkan bahwa sekitar hari ke-14 dari siklus menstruasi, klitoris wanita akan mengembang hingga 20 persen lebih besar dari biasanya. Artinya, kesempatan untuk bergairah dan mencapai orgasme juga lebih besar.

Sebelum sampai pada penemuan ini, para peneliti di Italia meneliti 24 orang wanita berusia 18 - 35 tahun. Menggunakan peralatan USG, peneliti mengukur klitoris wanita dan pembuluh darah arteri utama yang mengalirkan darah ke klitoris, yaitu pembuluh yang penting membantu memunculkan gairah bercinta.

Pengukuran ini dilakukan pada awal, tengah dan akhir siklus menstruasi setiap wanita. Para peneliti menemukan bahwa pada hari ke-14 dari siklus menstruasi, klitoris wanita membesar ukurannya. Pembesaran ini tak hanya sedikit, melainkan rata-rata bisa mencapai 15 - 20 persen lebih besar.

Pada saat itu, pembuluh darah arteri klitoris akan melebar sehingga darah dapat mengalir ke klitoris lebih mudah. Perubahan ini membuat wanita jadi lebih mudah terangsang dan bergairah. Maka peneliti menganjurkan untuk bercinta saat masa-masa ini karena akan sangat memuaskan pasangan.

"Lonjakan estradiol (estrogen alami) menjelang waktu ovulasi mungkin penyebab terjadinya perubahan ini. Tapi Anda tidak perlu memberitahu pasangan Anda, langsung saja jadwalkan untuk bercinta di malam harinya," kata peneliti, Cesare Battaglia, MD, PhD dari University of Bologna seperti dilansir Women's Health, Jumat (12/4/2013).

Bersaman dengan itu, ternyata hari ke-14 dari siklus menstruasi ternyata juga merupakan masa terjadinya ovulasi. Jadi masuk akal jika tubuh wanita secara fisiologis mengalami aktivitas yang mendukung pembuahan. Nyatanya, para wanita dalam penelitian mengaku lebih sering berhubungan seks saat pertengahan siklus dibandingkan waktu lainnya.