JADILAH SUAMI YANG SETIA

Kesetiaan, tidak selalu dimiliki setiap orang. Tidak mudah dan mungkin terlalu banyak godaan untuk menjaga kesetiaan dengan pasangan. Berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk menambah keteguhan kesetiaan Anda.

Mengertilah

Pahami dan mengertilah akan segala keadaan yang sedang menimpa pasangan Anda, baik dalam keadaan senang, frustrasi, putus asa atau segala situasi tersulit sekalipun. Jangan pernah memperburuk suasana hatinya ataupun menyalahkannya ketika ia sedang mengalami nasib buruk. Dengan cinta dan kesetiaan Anda, maka Anda justru bisa membangkitkan semangat pasangan Anda untuk keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya. Jangan meninggalkan dia dan tetap setia di dalamnya, maka pasangan Anda akan semakin mencintai Anda, karena Anda-lah yang selalu berada di sisinya, untuk selalu menyejukkan hatinya.

Jadilah penghibur baginya

Bila pasangan sedang sedih atau terluka hatinya, maka hiburlah dia, karena cinta Anda akan memberikan penghiburan dan penguatan bagi pasangan Anda. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta Anda tidak Anda bekali dengan kesetiaan di saat senang, sedih atau berduka. Jadi mulailah menjaga hubungan dengan kesetiaan cinta Anda.

Ikhlas

Mencintai adalah memberi cinta dengan ketulusan, tidak ada terselip di dalamnya, imbalan ataupun pamrih demi keuntungan pribadi. Timbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila Anda tulus mencintainya. Dari rasa ikhlas dan tanpa pamrih, Anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta Anda.

Terima apa adanya

Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Dalam hubungan, jangan mencemari hati dan cinta dengan banyak tuntutan, karena bisa-bisa malah menghancurkan hubungan Anda berdua. Jangan banyak mengeluh kepada pasangan, tapi ucapkan syukur dalam setiap menghadapi kekalutan hidup. Sikap untuk belajar memberi yang terbaik untuk pasangan, akan semakin memperbesar kesetiaan cinta kepada pasangan Anda.

Jangan takut kecewa

Kebanyakan orang selalu ingin senang terus, dan menghindari rasa kecewa, padahal masih banyak sisi hidup yang harus dipelajari. Ada kalanya, Anda harus merasa kecewa kepada pasangan Anda, seperti adanya pertengkaran yang membuat Anda terluka hati. Namun, Anda tidak perlu takut menghadapinya, karena luka-luka kecil itu akan menambah sisi kedewasaan diri Anda. Cinta-lah yang akan memberikan semangat hidup Anda untuk bangkit dari kekecewaan. Untuk itu, agar Anda tetap setia kepada cinta Anda, jangan takut jika harus merasa kecewa.

Mandiri

Kemandirian akan membuat Anda tetap setia terhadap pasangan. Anda menjadi semakin yakin bahwa cinta Anda membawa kekuatan diri yang berujung pada sikap positif dalam memandang cinta dan jalinan kasih Anda. Untuk itu, berusahalah untuk mandiri dalam pikir dan tindakan, agar kesetiaan terhadap cinta terus pula berkembang.

Selalu ada harapan

Milikilah harapan dan mimpi-mimpi Anda dan berusahalah untuk mewujudkannya. Dengan demikian, Anda akan tetap setia kepada cinta Anda, karena harapan Anda-lah yang mendorongnya. Tanpa setia dalam cinta, Anda tidak akan bergairah dalam mewujudkan harapan-harapan Anda, terutama harapan agar hidup bahagia dengan pasangan Anda.


Tunjukkan sikap ‘kesetiaan’
Padukan perkataan dengan sikap yang menunjukkan bahwa Anda tetap setia kepada cinta pasangan Anda. Semua itu membuktikan dalam hubungan terdapat kejujuran dan kepercayaan satu sama lain, dan dengan demikian Anda berdua akan sama-sama menikmati buah kesetiaan tanpa perlu khawatir dengan adanya kebohongan.


Kesetiaan adalah perjuangan dan anugerah





Dr. Hasan Abduh, seorang dosen jurusan pendidikan, mengatakan bahwa kesetiaan adalah ketulusan, tidak melanggar janji atau berkhianat, perjuangan dan anugerah, serta mempertahankan cinta dan menjaga janji bersama.
Kesetiaan diantara suami istri harus meliputi kesetiaan pada hal-hal kecil yang ada pada kehidupan mereka. Agar keduanya dapat hidup dengan dipenuhi cinta, kasih sayang, penghormatan dan ketulusan dalam hati, tidak saling menyakiti satu sama lain.
Kesetiaan berarti perjuangan, anugerah, pengor­banan, dan kesabaran. Caranya adalah dengan :
§ memberinya perhatian,
§ menjaganya, dan tidak meniggalkannya sendiri,
§ mengkhawatirkannya dari segala hal yang mungkin bisa menyakitinya,
§ menjaga perasaannya, menghargai perjuangan­nya,
§ mengucapkan terima kasih atas apa yang dia kerjakan,
§ tidak mengumbar kekurangan, dan menjaga rahasia-rahasianya,
§ berusaha untuk membahagiakan,dan memuji kelebihan,
§ mengingat kebaikan, dan melupakan kesa­lahan­nya,
§ setelah berpisah, mengingat kenangan-kenangan dan saat-saat bersamanya yang penuh keindahan.
Sifat setia tidak akan berkumpul dengan perasaan curiga, cemburu, merendahkan, mendzalimi, mengingkari, menyakiti, menuduh dan lain sebagainya. Bila ada pasangan berbuat salah, maka tak ada yang dilakukan oleh seorang yang setia melainkan segera melupakannya, memaafkan, dan tidak mengumbarnya kepada orang lain, sembari mengingat kembali kebaikan dan kelebihannya.
Dr. Hasan Abduh menambahkan, kesetiaan pada pengertian yang lebih luas tidak akan terwujud kecuali bila hubungan yang mengikat keduanya berdiri di atas pondasi yang kuat, yang baik, kokoh dan ditopang prinsip-prinsip serta tujuan-tujuan yang jelas.
Ada tiga unsur pokok dalam kesetiaan, yaitu cinta, humanis, dan iman. Cinta berfungsi sebagai penggerak, humanis berfungsi sebagai penjaga dan media untuk berkelanjutan, serta iman berfungsi sebagai penguat, penyempurna dan pengembang.

MENAKAR KESETIAAN SUAMI 


Ketika kita mencintai seorang pria, dan dia mencintai kita, maka kesetiaanlah sebagai pengikatnya. Sebab untuk apa artinya saling mencintai jika tak ada kesetiaan sebagai rajutannya ?
Kesetiaan, sebuah komitmen untuk saling menjaga hati agar tak terbelok pada hati yang lain, adalah fondasi paling hakiki bagi terjalinnya dua hati yang saling mencintai. Ia menjadi penting terlebih ketika kita menginginkan cinta yang serius, cinta yang sejati, tak sekadar cinta monyet yang hanya dijalin untuk meningkatkan kadar gengsi di mata orang lain.

Sebagai seorang wanita, kadang ada kerisauan yang menjalar ketika kita melihat di sekeliling kita banyak wanita yang bernasib kurang beruntung lantaran kekasihnya tak sanggup menjaga hatinya sendiri, perselingkuhan pun kerap terjadi. Tambah risau rasanya ketika pria yang kita cintai dikelilingi wanita-wanita yang secara fisik melebihi kita, takut rasanya ia mudah tergoda.

Perasaan risau jika ternyata si dia tak sanggup menjaga kesetiaan merupakan perasaan yang wajar. Namun, jika wanita tak cerdas dalam menghalaunya, maka kerisauan bisa saja berujung pada tuduhan-tuduhan tanpa bukti, alih-alih ingin menuntut kesetiaan, pria justru merasa tertekan. Api perseteruan pun acap meletup tiba-tiba.

Hal-hal berikut ini akan membantu para wanita dalam menakar kesetiaan pria.

Selalu Ada

Pria yang setia akan selalu ada di samping kekasihnya ketika ia benar-benar dibutuhkan. Tak sekadar ada, keberadaan pria setia senantiasa menenangkan ketika wanita dirundung permasalahan.
Seperti kata Gail Devers “Faith makes all things possible, love makes all things easy”, setia membuat semuanya menjadi mungkin, cinta membuat semuanya menjadi mudah. Maka, ketika dia pria setia, kesetiaannya terhadap Anda sepatutnya menjadikan kesusahan anda terasa tak ada, pundaknya senantiasa siap untuk tempat bersandar.
Namun, tentu saja jangan menjadi semena-mena kepadanya. Pria setia akan memenuhi kewajibannya untuk mendampingi Anda, namun ia juga punya hak untuk Anda mengerti kala ia sendiri sedang dalam masa-masa sulit.

Tujuan Hidup

Memiliki pandangan serta tujuan hidup yang jelas merupakan tanda bahwa pria serius dalam percintaan, ia setia pada ikatan. Pria semacam ini biasanya akan mudah menjelaskan dengan rinci dan penuh antusias kala Anda bertanya tujuan hidupnya beberapa tahun yang akan datang.
Tak hanya tentang tujuan hidupnya sendiri, namun ia juga akan menjelaskan rencana hidup yang akan ditempuhnya bersama Anda, tak ayal, Anda pun akan tersenyum-senyum ketika mendengar bahwa dia begitu serius untuk menapaki jalan masa depan bersama Anda.

Menghargai

Pria setia merupakan pria yang termasuk dalam kategori pria baik, dan pria baik adalah mereka yang selalu memperlakukan wanita dengan baik dan penuh perasaan. Ia selalu menghargai Anda sebagai wanita, ia mendengarkan keluh kesah yang Anda bawa karena pekerjaan yang menumpuk, atau sekadar mendengarkan Anda bercerita panjang lebar tentang kejadian menjengkelkan yang Anda lewati seharian.
Sisi romantisme seorang pria justru muncul kala ia menjadi pendengar yang baik bagi Anda, dan ia menghargai tiap kata-kata yang Anda keluarkan. Romantismenya pun terwujud dalam sikapnya yang lembut dan selalu mengutamakan kenyamanan Anda. Romantisme itu pulalah yang menandakan ia pria yang setia.

Janji

Komitmen seseorang ditakar dari tanggung jawabnya menepati janji. Pria yang setia adalah ketika ia senantiasa menepati janjinya sendiri. Dan ini merupakan hal yang umum diketahui. Kalaupun dia tak sanggup menepati janjinya, ia akan terbuka kepada Anda tentang alasannya, dan tak sekadar itu, ia juga akan mengajak Anda untuk turut mencari solusinya.

Friendly and Knowledgeable

Pria yang bersahabat dengan orang banyak, memiliki jaringan yang luas dalam kesehariannya, serta berwawasan kaya, adalah tanda ia setia. Seseorang yang berpengetahuan luas biasanya sangat menghargai apa yang dimilikinya, termasuk kekasih.

Karena pengetahuannya yang luas pula, pria cenderung bisa menghargai perbedaan pendapat yang ada.
Ketika Anda memiliki pendapat A, sedang ia berpendapat B, ia akan mendiskusikannya dengan baik, Anda pun akan kian mengagumi kecerdasan dan kebijaksanaannya dalam bertutur kata.

Karena itu pulalah, banyak wanita yang menganggap bahwa pria yang seksi bukanlah pria yang melulu bicara tentang cinta dan seks semata, tetapi ialah mereka, pria yang berbicara tentang berbagai persoalan menarik, dari seni hingga politik.

Ketika Anda yakin si dia adalah pria setia, Anda akan semakin menikmati apa rasanya cinta sesungguhnya.
Seperti kata John Green dalam The Fault in Our Stars:
“Love is keeping promises anyway…”